Archive for June, 2009

h1

Karena Gue Gemini

June 29, 2009

adved_1245814702Note:
Cerpen ini bukan karya gw. Tapi gw tergila-gila ama cerpen ciptaan Sheila Sardi ini. Cuz…, gw banget. Ternyata isinya mirip-mirip beda dengan apa yang udah gw tulis.
Gw nemuin cerpen ini Kamis, 25 June 2009 di Web Aneka Yess!
Kalimat yang bercetak tebel, adalah kalimat yang mencermintakan diri gw, yang pernah ada dalam diri gw dan hati gw. Thank you Sheila.

Nama gue Gemini. Gue lahir di bulan Mei. Gue tipe cewek periang dan pembawa kegembiraan. Prinsip gue, nggak akan pernah ada kata menyerah! Dan keinginan gue always keep smile, walau gue lagi sedih. Dan be the best, walau gue sedang terjatuh.
Di mana pun gue berada, gue selalu ingin jadi pembawa kegembiraan bagi semua orang
. Gue nggak pernah ingin menjadi beban bagi orang lain. Gue ingin setiap orang yang berada di dekat gue merasa happy.
Nggak tahu kenapa? Gue melihat cinta sebagai sesuatu yang sangat rumit. Gue suka proses pedekate yang pelan, anggun, dan terpelajar. Siapa yang berani nembak langsung, pasti akan gue tendang. Orang bilang, gue ini tipe orang yang maunya serba romantis dalam urusan cinta. Bahkan, banyak yang menjuluki gemini tipe nggak setia, karena bila ada yang sedikit nggak sreg di hati gue, mata gue sudah pasti cari yang lain. Apakah itu suatu kesalahan? Padahal gue hanya ingin yang sempurna. Gue akui, gue memang sedikit membingungkan. Apalagi kalau banyak pilihan yang bagus.
Meski gue punya kepribadian gembira, dalam urusan cinta, gue lebih banyak dingin. Gue bukan tipe emosian, walaupun sangat peka dan gampang terluka. Satu yang sulit dari gue, gue susah banget mengungkapkan perasaan dan gue juga butuh perhatian yang tulus.

Dulu… gue pernah jatuh cinta pada cowok Sagitarius. Anaknya cakep. Secara fisik, dia cowok sempurna di mata gue. Walaupun gue tahu Sagitarius sang jiwa petualang, gue sangat mencintainya. Kami sepakat untuk merenda benang kasih.

Walaupun sudah dari awal gue tahu Sagitarius yang gue cintai tipe seorang penguasa, gue tetap tidak peduli! Tapi, setelah beberapa bulan perjalanan cinta kami, gue merasa terbelenggu dengan sifat egoisnya. Padahal gue Gemini sang jiwa pemberontak. Tapi entahlah… dengan Sagitarius ini, gue takluk. Apakah karena gue telanjur mencintainya dan memberikan hati gue sepenuhnya?

Sebulan hubungan kami, Sagitarius mengkhianati gue. Dia menjalin cinta dengan Taurus yang lebih segalanya dari gue. Gue sakit hati banget saat mengetahuinya, bahkan gue pernah melihat dengan mata kepala gue sendiri, saat Sagitarius bermesraan dengan Taurus di depan mata gue. Gue sakit hati banget!

Tapi gue nggak tahu kenapa gue bisa menerima Sagitarius kembali, setelah hubungannya dengan Taurus kandas ditengah jalan hanya dalam hitungan minggu. Gue sungguh tidak bisa menolak, saat Sagitarius meminta gue untuk kembali padanya. Karena jujur… betapapun sakit hati gue atas pengkhianatan yang pernah Sagitarius lakukan, ternyata gue tetap tidak bisa membencinya.

Sebenarnya, jiwa gue berontak. Ada satu keinginan gue untuk membalas dendam atas pengkhianatan yang pernah Sagitarius lakukan pada diri gue. Gue putuskan menerima Sagitarius kembali, tapi dalam pikiran gue, gue punya rencana busuk. Gue akan buat Sagitarius cinta setengah mati sama gue, setelah itu gue akan campakkan dia di lembah yang paling dalam. Agar hati gue bisa tenang. Gue putuskan kembali menjalin cinta dengan Sagitarius.

Hari yang kami lalui begitu manis dan gue yakin, Sagitarius sudah terjebak dalam permainan yang gue buat. Dia cinta bener sama gue, gue bisa tahu itu, karena sinar matanya tak akan pernah bisa berdusta. Gue lihat lewat pancaran matanya ada gue di sana, ada pelangi cinta di matanya ada gue di hatinya.

Setahun perjalanan cinta kami, tanpa gue sadar, gue kenal Leo yang romantis.

Leo mengulurkan cinta yang lebih indah buat gue. Cinta yang tak pernah ada dalam diri Sagitarius sang jiwa petualang. Dan menurut penilaian gue, Sagitarius kalah satu tingkat di bawah Leo. Akhirnya, tanpa gue sadari, gue menduakan cinta Sagitarius.

Gue jalan sama Leo. Bersama Leo, gue merasa terlindungi. Leo sangat menyayangi gue, dia berjanji, nggak akan pernah ninggalin gue. Gombal! Gue tahu semua cowok tuh memang suka ngomong gombal. Tapi, gue nggak peduli, gue tetap jalan sama Leo.

Bau buah durian memang nggak akan pernah bisa disembunyikan. Akhirnya, Sagitarius tahu hubungan cinta gue sama Leo. Dia marah tapi ganti gue yang marah. Bukankah dia juga pernah buat kesalahan yang sama? Dia pernah menduakan cinta gue dengan menjalin cinta diam-diam dengan Taurus dan itu sangat menyakitkan gue.

Sagitarius saat itu diam seribu bahasa, mau ngomong apa? Toh, memang begitu kenyataannya, dia pernah berbuat kesalahan, kenapa gue nggak bisa?

Suatu hari, gue terus terang pada Leo tentang hubungan gue dengan Sagitarius. Tapi di luar dugaan, Leo bilang dia nggak keberatan gue menduakan cintanya karena dia yakin gue tulus mencintai Leo. Gue jadi merasa bersalah. Kenapa gue bisa setega ini?

Karena dendam di hati gue atas pengkhianatan yang pernah Sagitarius lakukan dan tidak bisa terhapus, gue jadi menyakiti hati Leo. Gue merasa sedih sekali saat menyadari ternyata gue terjebak dalam permainan yang gue buat sendiri.

Gue mencintai keduanya. Apa yang ada dalam diri Sagitarius tidak ada pada diri Leo, begitu juga sebaliknya apa yang ada pada diri Leo tidak bisa gue dapat pada diri Sagitarius. Keduanya saling melengkapi, ah… andai Sagitarius dan Leo adalah pribadi yang satu, mungkin gue nggak akan sebingung ini. Sungguh, gue nggak bisa melepaskan Leo dengan segala pesonanya, tapi gue juga terlalu mencintai Sagitarius hingga tak bisa melepasnya.

Gue nggak bisa menyakiti hati Leo, tapi juga nggak akan pernah sanggup melepas Sagitarius. Gue benar-benar kena dilema di antara dua pilihan.
Gue terjatuh dalam kebimbangan, gue berada di tengah-tengah pilihan yang sama-sama mempunyai pesona yang begitu kuat. Gue seakan disuruh memilih buah si malakama. Dimakan… gue akan menyakiti Sagitarius. Tapi bila tidak dimakan, gue akan menghancurkan hati Leo.

Apa yang harus gue lakukan pada posisi ini? Pikiran gue seakan buntu. Butuh waktu yang lama untuk mengambil sebuah keputusan yang nantinya akan menyangkut kebahagiaan hati gue.

Pada akhirnya, gue lepas keduanya. Biarlah hati gue hancur karena gue nggak mau kebimbangan menyelimuti perasaan gue. Gue Gemini… gue mudah jatuh cinta tapi gue juga mudah melepas cinta. Tapi, tidak semua Gemini sama, gue adalah Gemini yang berbeda. Gue adalah pribadi yang mengagungkan arti sebuah cinta. Bagi gue, cinta adalah sebuah perasaan agung yang merupakan anugerah dari Tuhan dan tidak bisa dijadikan permainan.

Gue sulit jatuh cinta, tapi sekali jatuh cinta, gue nggak akan pernah bisa melupakannya. Patah satu tumbuh seribu… ternyata itu tidak ada dalam kamus gue. Setelah sekian lama gue baru menyadari, ternyata gue hanya mencintai satu pribadi. Pribadi yang pernah dekat dengan gue, pribadi yang pernah hadir dalam kehidupan gue, pribadi yang mampu menggugah hati gue. Pribadi yang pernah ada dan akan selalu gue cintai, dan pribadi itu adalah Sagitarius.

Sagitarius bagaimanapun kita pernah bersama. Merangkai sebuah cerita cinta walaupun tidak semanis yang kita harapkan. Di mana pun sekarang keberadaan elo. Kalau elo baca tulisan ini, gue ingin elo tahu. Cinta gue terlalu kuat untuk dimusnahkan, karang hati gue terlalu tegar untuk dihancurkan, cinta gue nggak akan pernah terhapus waktu, karena gue adalah Gemini.

h1

Disayang Calon Mertua

June 15, 2009

Tempo hari…, waktu jalan-jalan ke swalayan untuk membeli sesuatu yang sangat gw butuhkan (pengen tahu barang apa yang gw sedang butuhkan banget itu?… Ehm rahasia dunk! He…he…) Gw ketemu ama temen yang lama banget gak ketemu, biasanya gw manggil dia Yaya…! Nama aslinya sich bukan Yaya…, Cuma gw suka aja panggil dia dengan sebutan itu.

Yaya ke Swalayan ama nyokapnya. Saat Yaya ngenalkan nyokapnya ke gw, gw langsung aja ngambil tangan nyokapnya itu trus gw cium…Eh nyokapnya yang cantik itu langsung nyium kedua pipi dan kening gw.

“Cantik banget calonmu, Den! Gitu dunk kalo nyari pacar itu! Jangan kaya kemaren-kemarennya!” Kata nyokap Yaya ke Yaya.

Gw terperangah mendengar nyokapnya bilang gitu. Yaya kayaknya langsung mau mengklarifikasi tapi nyokapnya malah nanya ini-itu ke gw. Beberapa menit kemudian akhirnya gw bisa undur diri juga dengan alasan mo sekolah musik.

***

Di pagi buta, nyokap Yaya nelpon gw. Seru juga…! Sebelumnya Yaya sms penuh dengan permintaan maaf ke gw. Trus pukul 10-an dia telpon gw dan jelasin semuanya. Ternyata dia sekarang masih ma ceweknya yang dulu. Dan selama ini nyokapnya gak pernah suka ma pacar-pacarnya yang cantik-cantik itu. Katanya sich, cewek-cewek Yaya emang cantik-cantik, tapi gak punya tata krama sama sekali.

Nyokap Yaya itu orang jawa. Tepatnya orang solo yang terkenal lembut dan sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan. Meskipun beliau akhirnya tahu kalo gw cuma temen Yaya, beliau tetep menginginkan gw.

Terus-terang gw GR banget, siapa sich yang gak tersanjung diperlakukan seperti itu sama seorang ibu dari cowok yang 90% masuk dalam kriteria cowok idaman gw?

Yaya cowok yang cerdas, tinggi, berpengetahuan luas, good looking, fashionable, mudah bergaul, enak diajak ngobrol, seiman, punya perusahaan sendiri (mapan), popular, bertanggung-jawab,dll. Gw juga sangat beruntung pernah dicintai ama dia. Dulu sebelum sama pacarnya yang sekarang ini, Yaya pernah menyatakan cintanya ke gw. Ya…, sayangnya gw punya hati yang bego banget. Hati gw gak bisa jatuh cinta ma dia.

Dulu gw sempat marah ke diri gw sendiri. Percuma dunk gw udah capek-capek buat list tipe cowok untuk dijadiin pacar dan tipe cowok untuk dijadiin suami sejak gw masih SMP. Tapi, hal itu gak bermanfaat sama sekali. Kemaren-kemaren gw malah pacaran ama cowok yang jauh dari tipe cowok idaman gw.

Ya…mau gimana lagi? Gw hanya mau menerima cinta cowok yang berhasil ‘menakhlukkan’ hati gw. Gw gak mau mengulang kesalahan untuk ketiga kalinya  berpacaran ama cowok yang gak pernah gw cinta.

Sekarang…, gw hanya bisa berdoa, semoga nyokap Yaya gak kerumah gw. coba kalo ampek ketemu mama gw? Bisa gawat urusannya.

Mungkin gw memang calon menantu idaman beliau, tapi beliau kan belum tau kalo gw bisa masak apa gak. Emangnya dia mau punya menantu yang gak bisa masak?

Tadi malam, waktu beliau nelpon gw, gw udah bilang sejujur-jujurnya kalau gw gak bisa masak ama beliau, Eh…bukannya illfil ma gw malah menawarkan mo ngajarin gw masak. Wah…ternyata kaya gini tho suka-duka disayang ama calon mertua orang?